Sejarah manusia akrab dengan penghianatan. Penghianatan baik terhadap sesama manusia , teman , sahabat , kekasih , keluarga , saudara , bangsa dan negaranya.
Akechi Mitsuhide adalah Brutus-nya Jepang. Dia membokong sang majikan , Oda Nobunaga , dan merubah jalan sejarah Jepang untuk ke depannya. Wu San Gui “mempersilahkan” pasukan Manchu menjajah bangsanya. Berbagai kolaburator muncul di masa Perang Dunia II. Prancis Vichy , Quisling di Norwegia . Judas Iskariot adalah contoh alkitabiah bagaimana seorang guru di hianati murid.
Seiring peradaban manusia yang melangkah maju seakan terjadi dekadensi moral . Saya menyebutnya melangkah maju tapi mundur kebelakang – moon walking. Tidak saja penghianatan terjadi dalam konteks kebangsaan , keagamaan tapi juga , fairya tale selebritis , sampai ke elemen terkecil dalam masyarakat. Dimana nilai persahabatan tidak lagi yang terutama , dan sudah terpolitisasi dengan nilai politik . Tidak ada kawan yang abadi yang ada hanya kepentingan yang abadi.Baru saja terjadi di Indonesia . Seorang mahasiswi di kampus ternama di Jakarta , di tusuk bertubi-tubi oleh temannya .
“Et Tu Brute” – Julius Caesar




Komentar